USIA IDEAL SUNAT

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki begitu banyak suku serta adat istiadat yang berbeda beda di setiap wilayahnya. Kebiasaan serta tradisi setiap suku maupun wilayah tentunya sangat berbeda beda pula. Hal ini ternyata juga mempengaruhi kebiasaan atau tradisi usia melakukan tindakan sunat yang berbeda beda.

Sebagai kepala bidang pengabdian masyarakat di organisasi ASDOKI (Asosiasi Dokter Khitan Indonesia), saya cukup banyak memperhatikan kegiatan sunatan massal yang dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia. Disana saya melihat bahwa ada beberapa wilayah yang memiliki kebiasaan khusus terkait usia saat dilakukannya tindakan sunat.
Misalnya pada daerah Jawa Barat, terutama wilayah Sukabumi, Cianjur dan sekitarnya. Disana tradisi sunat dilakukan pada anak anak dengan usia yang masih sangat kecil, yaitu berkisar antara usia beberapa bulan hingga usia balita (dibawah lima tahun). Kemudian pada masyarakat di wilayah Jawa Tengah, disana tradisi sunat umumnya dilakukan pada pria yang usianya antara 8 hingga 12 tahun. Berbeda pula dengan masyarakat pada Indonesia bagian timur, dimana disana kebiasaan masyarakat melakukan tindakan sunat pada usia yang lebih besar lagi dibanding dengan masyarakat di wilayah Jawa Tengah. Untuk wilayah Jakarta sendiri merupakan wilayah yang masyarakatnya sangat majemuk, mengingat di kota besar seperti Jakarta masyarakatnya merupakan campuran dari berbagai wilayah dan suku di Indonesia. Oleh sebab itu di kota besar seperti Jakarta, tidak ada tradisi sunat pada usia tertentu. Saya sendiri adalah praktisi yang berkiprah dibidang sunat di wilayah Jakarta. Hingga saat ini pasien termuda yang pernah saya kerjakan adalah pasien berusia 3 hari, sementara usia tertua yang pernah saya kerjakan adalah pasien berusia 65 tahun.

Dari berbagai perbedaan tradisi tersebut, kemudian banyak muncul pertanyaan mengenai usia ideal untuk sunat.

Perlu diketahui bahwa tidak ada batasan usia untuk dilakukan tindakan sunat. Prinsipnya semakin dini usia sunat maka lebih baik.
Mengapa demikian? Karena semakin cepat dilakukan tindakan sunat pada seorang pria, maka resiko terjadinya komplikasi seperti balanitis maupun infeksi saluran kemih dapat dihindari.

Adapula pertanyaan yang muncul terkait pengaruh sunat dengan pertumbuhan badan, seperti :
“Apakah sunat di usia terlalu kecil akan mempengaruhi pertumbuhan badan dan membuat badan menjadi kecil?”
Kemudian, “Apakah setelah disunat anak akan menjadi cepat besar?”

Perlu saya jelaskan bahwa proses tindakan sunat, secara medis tidak berpengaruh langsung dengan pertumbuhan badan pasien. Namun banyak tindakan sunat yang dilakukan pada saat anak menjelang masa pubertas (perubahan dari anak kecil menjadi dewasa secara organ seksual). Perlu kita ketahui bahwa masa pubertas pada seorang anak laki adalah merupakan masa pertumbuhan cepat (growth spurt). Di masa tersebut umumnya terjadi banyak perubahan fisik yang menjembatani dari anak anak untuk berubah secara fisik menjadi lebih dewasa. Kondisi tersebutlah yang biasanya dimaknai bahwa “setelah disunat, anak akan tumbuh lebih cepat”.

Begitupun dengan rumor bahwa jika seseorang dilakukan tindakan sunat saat masih terlalu kecil, maka pertumbuhan badan akan menjadi tidak maksimal. Perlu saya informasikan bahwa hal tersebut hanyalah sebuah rumor yang tidak bisa dibuktikan secara medis. Oleh sebab itu, tidak perlu khawatir untuk melakukan tindakan sunat pada usia yang lebih dini.

Demikianlah pembahasan mengenai batasan usia ideal untuk sunat.

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like these